MATEMATIKA DAN SENI: Menyibak Keindahan Matematika

Pendidikan 19 Jun 2026 22:23 6 min read 86 views By Thomas Sutasman, S.Si.

Share berita ini

MATEMATIKA DAN SENI: Menyibak Keindahan Matematika
Matematika merupakan pengetahuan yang bersifat universal dan menjadi dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Matematika juga berperan penting dalam memajukan daya pikir manusia untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan telah menjadi bagian dari kehidupan manusia.

MATEMATIKA DAN SENI

Menyibak Keindahan Matematika

Oleh: Thomas Sutasman

 

Matematika merupakan pengetahuan yang bersifat universal dan menjadi dasar dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Matematika juga berperan penting dalam memajukan daya pikir manusia untuk menyelesaikan berbagai persoalan dan telah menjadi bagian dari kehidupan manusia. Dengan  demikian, matematika menjadi suatu hal yang melekat dan tidak terlepas dari kehidupan manusia. Terkadang masyarakat tidak menyadari bahwa mereka telah melakukan sebuah aktivitas matematika, karena matematika berkembang dari proses berpikir.  Kita memahami makna matematika sebagai sebuah ilmu yang dikenal sebagai pelayan ilmu pengetahuan (servant of sciences), ratu ilmu pengetahuan (queen of sciences), bahasa ilmu pengetahuan (language of sciences), yang hidup untuk menghidupkan ilmu-ilmu lain, dan merupakan salah satu dari ilmu-ilmu dasar (basic sciences).

Perkembangan matematika memiliki catatan sejarah panjang. Banyak konsep matematika dikontribusi oleh budaya dalam kehidupan manusia. Budaya merupakan sesuatu yang kompleks, mengacu pada unsur keyakinan, pengetahuan, kesenian, moral, hukum, adat, kemampuan, dan kebiasaan lain yang dimiliki manusia sebagai bagian dari masyarakat. Matematika lahir, tumbuh, dan berkembang dari budaya. Budaya tersebut menjadi bagian dari kehidupan manusia yang tidak terlepas dari satu zaman ke zaman berikutnya, sehingga muncullah pengertian bahwa matematika merupakan produk budaya yang menyatu dalam kehidupan masyarakat.

 Matematika ternyata menyimpan keindahan. Bagaimana mengungkap keindahan matematika?. Banyak matematikawan yang mendefinisikan bahwa matematika adalah ilmu yang mempelajari mengenai teorema-teorema dan sistem aksiomatis. Definisi ini sedikit problematik karena belum mencakup topik-topik matematika yang bersifat eksploratif dan eksperimen baik yang dikerjakan secara manual oleh matematikawan sebelum abad ke-20, maupun yang dilakukan dengan komputer oleh matematikawan mulai abad ke-20.  Soehakso (1982), dalam pidato dies natalis ke-33 UGM yang berjudul Logika, Matematika, dan Filsafat,  menuliskan bahwa sebagaimana morning star cemerlang tiada bandingnya di antara bintang-bintang, matematika pun tiada bandingnya diantara ilmu-ilmu. Sebagaimana morning star menarik, menawan, dan mempesona, dewi Matematika pun cantik anggun sekaligus manis bagaikan madu.

Matematika mempunyai pola yang sangat menarik, begitu menariknya, sampai Soehakso sering mengatakan bahwa Matematika bagaikan gadis tercantik di seluruh dunia. Rupanya setelah lama kita mempelajari Matematika, yang dimaksud cantik adalah polanya termasuk pola abstraknya, sedang yang dimaksud di seluruh dunia adalah kebaharuan matematika bersifat universal. Misalnya, penemuan rumus abc dalam penyelesaian persamaan kuadrat dan penemuan rumus kosinus oleh Al Khawarizmi berlaku untuk seluruh dunia. 

Matematika dipandang sebagai seni dan kreatifitas yang dimainkan oleh pikiran manusia. Matematika merupakan kreatifitas yang mengekspresikan keindahan bentuk aksioma, teorema, relasi logika, relasi numerik, yang semuanya menarik bagi penelitinya karena kesempurnaan logikanya, sehingga menjadikannya sebuah ilmu yang mendorong  peningkatan kapasitas manusia. Namun, Matematika juga menjadi inspirasi bagi banyak orang pada penggunaan matematika dalam penciptaan karya seni, yang berusaha memahami seni yang muncul dari upaya matematika atau ilmiah, atau yang berusaha mengeksplorasi implikasi matematika dari karya seni. Istilah "seni" dimaksudkan untuk mencakup, tetapi tidak terbatas pada, seni visual dua dan tiga dimensi, arsitektur, drama (panggung, layar, atau televisi), prosa, puisi, dan musik.

Frans Susilo (1998) menyatakan bahwa keindahan matematika diamati dari abstraksi yang dilakukan, obyek yang dipelajari, dan pengembangan yang dihasilkan. Seperti dalam seni, keindahan matematika sulit untuk didiskripsikan. Keindahan matematika terletak pada unsur-unsurnya seperti pada seni, yakni keteraturan, keseimbangan, juga terletak pada unsur yang khas lainnya, seperti terbuktinya teorema yang sudah lama sudah lama diprediksi kebenarannya, terungkapnya hubungan yang tak terduga antara konsep-konsep yang tampaknya berbeda sama sekali, ditemukannya suatu metode yang baru yang lebih cantik atau lebih sederhana, terungkapnya suatu struktur atau teori yang berlaku umum, atau suatu tampilan grafis yang menakjubkan.

Matematika mencakup topik yang sangat luas, namun paling tidak ada  tiga alasan bagaimana keindahan matematika diberikan sejak awal. Pertama, keindahan matematika dapat dipahami dengan latar belakang pemahaman matematika di sekolah menengah. Kedua, hal-hal tersebut menarik dan mengasyikkan, meskipun mereka mungkin tidak tertarik secara ilmiah. Ketiga, merasa yang dipelajari ada gunanya.

Hal lain adalah kaitan antara matematika dan budaya.  Matematika dalam budaya manusia pun dikaji dalam etnomatematika yang diperkenalkan oleh D’Ambrosio, seorang matematikawan Brasil pada tahun 1977. Etnomatematika adalah ilmu matematika yang dipraktikan oleh kelompok-kelompok budaya yang berbeda yang diidentifikasi sebagai masyarakat pribumi, kelompok pekerja, kelas-kelas professional, dan kelompok anak-anak dari kelompok usia tertentu. Dengan demikian terdapat kegiatan matematika dalam budaya masyarakat, dari cara mengelompokkan, berhitung, mengukur, merancang bangunan atau alat, bermain dan lainnya. Dengan demikian, budaya lokal yang ada dapat menunjukkan keterkaitan antara matematika dengan seni atau budaya, sehingga turut serta merasakan keindahan matematika dengan cara yang lain.

Sebenarnya stigma Matematika tidak hanya menakutkan, tetapi juga ilmu yang kering, penuh rumus, dan jauh dari kehidupan.  Benar yang dikatakan Betul Tanbay, Ketua Dewan Pengurus International Mathematical Union-International Day of Mathematics (Kompas, 16/3/2026) bahwa Matematika memberi kita harapan untuk memahami realitas dan kebenaran dengan jelas, berbagi definisi bersama, belajar kerja sama, memakai data secara bertanggung jawab, menemukan strategi saling menguntungkan, dan banyak lagi. Dengan demikian, Matematika perlu menyentuh sisi manusiawi manusia sehingga dapat menjadi bekal menghadapi ketidakpastian, membangun kepercayaan pada pengetahuan, dan membayangkan masa depan berkelanjutan dalam kemajuan ilmiah dan teknologi. Selain itu, Matematika juga berkontribusi pada kohesi dan ketahanan sosial.

Untuk itu, pertama, pembelajaran Matematika perlu menekankan kolaborasi dan kepercayaan. Pemikiran matematis bisa mendorong masyarakat yang lebih adil dan kooperatif sehingga menjadikan Matematika alat untuk pemahaman, kerja sama, dan harapan.

Kedua, konten pembelajaran Matematika perlu dikembangkan seputar masalah sehari-hari di sekitar siswa. Berangkat dari realitas sekitar, siswa akan merasa Matematika ada di sekitar kehidupannya. Hal itu dapat dilakukan dengan permainan sederhana/tradisional atau pendekatan budaya.

Ketiga, untuk menyentuh rasa manusiawi siswa, tidak ada salahnya siswa diberikan berbagai keindahan yang ada pada Matematika. Matematika itu indah dari segi pemecahan masalah, pengembangan, dan penggunaan.  Selain itu, sesekali siswa diajak untuk membuat puisi Matematika atau lukisan bertema geometris.

Terakhir, penguatan hitung dasar, seperti tambah, kurang, kali, dan bagi, perlu digalakkan sejak dini. Hitung dasar menjadi salah satu cara juga berpikir matematis dibandingkan kalkulator. Jangan sampai sudah menginjak sekolah menengah masih gagap hitung dasar, yang sekarang banyak terjadi.

Dengan demikian, pembelajaran Matematika yang menyentuh sisi manusiawi siswa membuat Matematika semakin dekat dengan jiwa dan pikiran siswa sekaligus tentunya menggembirakan.  Kita pun bisa melihat keterpaduan antara matematika dengan seni yang membuat keindahan, sehingga matematika tidaklah menyeramkan, melainkan suatu ilmu yang memiliki kebermanfaatan makna.

 

 

 

Rumah Talenta Indonesia